Penyakit yang Bisa Memicu Masalah pada Jantung

Penyakit jantung, terutama jantung koroner dan serangan jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia menurut WHO. Hal ini dilihat pula dari semakin tingginya angka penderita penyakit jantung dalam setiap tahun. Bahkan penderitanya saja bukan hanya mereka yang sudah tua, melainkan mereka yang masih belia bahkan anak-anak pun mampu mengembangkan kondisi yang sama. Faktor keturunan dan gaya hidup lah yang menjadi alasan utama dari hal ini.

penyakit yang bisa menyebabkan masalah jantung

Bukan dari 2 faktor tersebut saja, penyakit jantung atau kerusakan jantung bisa juga berasal dari komplikasi penyakit lain, yang antara lain :

1. Kolesterol tidak normal (Dislipidemia)

Kolesterol LDL (jahat) dalam tingkat yang tinggi bisa membuat anda berisiko lebih besar terkena penyakit jantung koroner. Hal ini dikarekan, kolesterol tersebut akan mengalami penumpukan di lapisan dalam arteri yang selanjutnya bisa membentuk plak. Seiring berjalannya waktu, penumpukan lemak tersebut bisa mempersempit aliran arteri yang membuat anda berisiko tinggi pula terkena stroke.

2. Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Saat anda mempunyai masalah dengan tekanan darah tinggi, jantung akan cenderung bekerja lebih keras guna memompa darah ke seluruh tubuh. Hal tersebut bisa membuat jantung berubah menjadi lebih tebal serta kaku yang menyebabkan kerusakan jantung secara bertahap dan perlahan.

3. Diabetes

Tak jauh berbeda dengan dampak kolesterol, penderita diabetes yang memiliki kadar gula darah tinggi ini juga memiliki risiko lebih besar menderita penyakit kardiovaskular.

Awalnya penderita akan mengalami kerusakan pembuluh darah yang memicu masalah tekanan darah dan akhirnya penderita berisiko mengalami serangan jantung akibat kerusakan pembuluh darah serta saraf yang telah serius.

4. Kegemukan (obesitas)

Kegemukan atau obesitas bisa terjadi akibat penumpukan lemak dan gula darah yang tinggi dalam tubuh. Kondisi ini akan memengaruhi tekanan darah dan mengganggu kinerja insulin. Ketika insulin mengalami gangguan fungsi, disini diabetes akan menyerang anda dan akhirnya berujung pada penyakit jantung.

Jadi, untuk mendapatkan jantung yang sehat terhindar dari penyakit, anda perlu memerhatikan terlebih dahulu gejala-gejala atau penyakit lain yang saat ini tengah menyerang. Apakah penyakit saat ini bisa memicu masalah pada jantung atau tidak. Jangan lupa untuk selalu menerapkan pola hidup sehat di setiap harinya.

Advertisements

10 Selebriti Indonesia Meninggal Akibat Penyakit Jantung

Bukan sebuah rahasia umum, bahwa penyakit jantung merupakan penyakit pembunuh nomor 1 di dunia. Sesaui dengan namanya, penyakit ini telah banyak merenggut nyawa penduduk di dunia dari berbagai kalangan usia maupun status sosial. Bahkan di antaranya, ada beberapa selebritis tanah air yang harus meregang nyawa akibat penyakit mematikan ini. Berikut ini 10 Selebriti Indonesia Meninggal Akibat Penyakit Jantung.

Selebriti Indonesia yang Meninggal Akibat Penyakit Jantung

Deddy Dores

Sang musisi dan pencipta lagu ini meninggal akibat setangan jantung di usia 66 tahun. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya saat di Rumah Sakit Premier, Bintaro, Tangerang Selatan. Tepatnya, Selasa 17 Mei tahun 2016.

Ireng Maulana

Ireng Maulana merupakan seorang musisi jazz yang meninggal dunia saat usia 71 tahun. Sang musisi legendaris ini menghembuskan nafas terakhir pada 6 Maret 2016 di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat akibat penyakit jantung.

Yani Libels

Salah satu personel grup musik Trio Libels ini menghembuskan napas terakhirnya di usia ke-51 tahun tanggal 25 Maret 2015, usai ia melayat. Beliau ini ternyata memiliki riwayat penyakit jantung yang tidak terkontrol, karena jarang memeriksakan kondisinya pada dokter.

Jojon

Komedian dengan nama asli Djuhri Masdjan ini meninggal dunia di usia 66 tahun. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada 6 Maret 2014 di Rumah Sakit Ramsey Premier Jatinegara, Jakarta Timur, karena serangan jantung.

Ricky Johannes

Presenter olahraga yang biasa akrab dengan nama Ricky Jo ini meninggal dunia di usia yang relatif masih muda, yaitu 45 tahun. Sebelumnya, ia mendadak sakit dada yang pada akhirnya membuat sang presenter harus pergi untuk selamanya pada 22 Maret 2013.

Ade Namnung

Komedian yang terkenal dengan tubuh bongsor nya ini meninggal di usia yang masih muda, 34 tahun. Sebelum meninggal, ia ternyata menderita obesitas dan stroke. Kondisi ini akhirnya menyebabkan penyumbatan darah sehingga mengganggu kinerja jantungnya, yang pada akhirnya membuatnya harus pergi selamanya.

Adji Marsaid

Aktor sekaligus anggota DPR, Adji Marsaid meninggal pada 5 Februari 2011. Sebelumnya, ia dikabarkan telah bermain sepak bola, kemudian mengeluh sakit di dada dan sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Fatmawati. Namun sayang, takdir berkata lain. Ia harus meninggalkan dunia ini untuk selamanya.

Mbah Surip

Siapa yang tak kenal dengan penyanyi lagu “Tak Gendong” ini ? Beliau meninggal saat berada di puncak popularitas di usia 52 tahun. Dikatakan bahwa beliau memiliki penyakit gagal jantung yang menjadi pemicu awal dan menyebabkan nyawanya hilang.

Basuki

Komedian ternama ini meninggal pada 12 Desember 2007 akibat serangan jantung. Serangan jantung yang muncul tersebut dikatakan terjadi setelah ia bermain futsal bersama rekan-rekannya.

Penyakit jantung memang tak kenal usia, bahkan pada beberapa waktu terakhir dunia hiburan juga dikejutkan dengan meninggalnya Irene Justine yang masih berusia 22 tahun dan Mike Mohede 33 tahun. So, mulai dari sekarang lakukan kegiatan yang bisa menjaga kesehatan dan kekuatan jantung, serta hindari aktivitas yang bisa merugikan jantung anda.

Tips Cara Menjaga Kesehatan Jantung Agar Optimal

tips cara menjaga kesehatan jantung

Gaya hidup yang sehat akan membuat jantung Anda lebih sehat, bukan hanya sekedar dari konsumsi obat penyakit jantung saja. Berikut ada 9 Tips Cara Menjaga Kesehatan Jantung Agar Optimal, di antaranya :

Berhenti Merokok

Jika Anda seorang perokok, sebaiknya mulai dari sekarang anda harus berhenti. Itu adalah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk kesehatan jantung Anda. Karena, merokok adalah salah satu penyebab utama penyakit jantung koroner. Setahun merokok, risiko serangan jantung sekitar setengah dari seorang perokok.

Bergerak aktif/olahraga

Aktif bergerak dapat mengurangi resiko terkena penyakit jantung. Hal ini juga dapat memberikan dampak positif pada suasana hati. Melakukan 150 menit aktivitas aerobik intensitas-sedang setiap minggu, atau dengan melakukan 30 menit aktivitas per hari pada lima hari seminggu. Atau mungkin anda bisa membiasakan diri dengan bersepeda ketika berangkat ke kantor.

Mengelola berat badan

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Tetap berpegang pada diet seimbang yang sehat, rendah lemak dan gula, perbanyak konsumsi buah dan sayuran, dikombinasikan dengan aktivitas fisik secara teratur.

Makan lebih banyak serat

Makan banyak serat untuk membantu menurunkan risiko penyakit jantung, setidaknya 30 gr sehari. Makan serat dari berbagai makanan, seperti roti gandum, gandum dan sereal gandum, kentang, dan beberapa buah serta sayuran.

Mengurangi lemak jenuh

Makan terlalu banyak makanan yang tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan tingkat kolesterol dalam darah. Hal ini meningkatkan risiko penyakit jantung. Anda bisa mengonsumsi daging rendah lemak dan susu yang rendah lemak juga

Simak juga : Susu yang Baik dan Buruk untuk Penyakit Jantung

Perbanyak konsumsi buah dan sayuran

Makan setidaknya lima porsi berbagai buah dan sayuran per hari. Mereka merupakan sumber serat, vitamin dan mineral yang tepat.

Mengurangi konsumsi garam

Untuk menjaga tekanan darah yang sehat, Hindari menggunakan garam di meja dan mencoba menguranginya dalam masakan. Setelah Anda terbiasa dengan rasa makanan tanpa menambahkan garam, Anda bisa menghindarinya secara penuh.

Periksa label makanan-makanan tinggi dalam garam jika memiliki lebih dari 1.5g garam (atau natrium 0.6g) per 100g. Orang dewasa harus makan kurang dari 6g garam sehari atau sekitar satu sendok teh.

Makan ikan

Makan ikan setidaknya dua kali seminggu, termasuk minyak ikan. Ikan seperti makarel, sarden, tuna segar dan ikan salmon adalah sumber omega-3 lemak, yang dapat membantu melindungi tubuh terhadap penyakit jantung.

Hindari minum alkohol

Alkohol mengandung kalori yang Secara teratur minum lebih dari merekomendasikan NHS dapat berdampak nyata pada pinggang Anda. Cobalah untuk menjaga konsumsi minuman alkohol harian yang direkomendasikan untuk mengurangi risiko serius masalah dengan kesehatan Anda, termasuk risiko kesehatan jantung Anda.

Dengan mengikuti tips sehat di atas, anda bisa memiliki jantung dengan kinerja yang lebih maksimal. Bukan hanya itu, angka harapan hidup anda pun meningkat, karena penyakit jantung dikenal sebagai penyakit no.1 yang menyebabkan kematian di seluruh dunia.

 

:: Tips Cara Menjaga Kesehatan Jantung Agar Optimal ::

Susu yang Baik dan Buruk untuk Penyakit Jantung

susu yang baik dan buruk untuk penyakit jantung

Obat Jantung Anak | Susu merupakan salah satu minuman penting yang harus masuk ke dalam menu sarapan sehari-hari, atau bisa juga anda minum ketika sebelum tidur guna mendapatkan tidur yang lebih nyenyak. Tapi, tak semua jenis susu bisa anda konsumsi dengan bebas, terutama anda yang memiliki gangguan kesehatan jantung.

Salah satu situs kesehatan ternama melansir beberapa jenis susu yang baik dan buruk dikonsumsi penderita penyakit jantung, di antaranya :

Susu murni atau susu biasa

Susu murni menjadi salah satu pilihan bagi anda yang memiliki masalah pada jantung. Susu yang banyak dijual di peternakan ini langsung di ambil dari sapi perah yang kemudian dimasak terlebih dahulu. Kandungan nutrisi yang ada di dalamnya sangat baik untuk anda. Namun, sebaiknya batasi konsumsinya karena memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi. Dan penderita jantung lebih baik menghindarinya.

Susu sapi mentah

Susu sapi jenis ini sama dengan susu sapi biasa, namun tidak dimasak terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan susu jenis ini mengandung bakteri E-coli, Listeria, juga Salmonela. Bukan hanya penderita jantung, anak-anak dan ibu hamil pun sebaiknya hindari konsumsi susu sapi yang satu ini.

Baca juga : Penyebab Serangan Jantung Seperti pada Irena Justine

Susu sapi organik

Susu sapi organik memiliki kandungan kalori dan lemak yang lebih rendah dibandingkan susu biasa atau susu murni. Selain itu, anti-inflamasiserta omega-3 di dalamnya mampu meningkatkan kesehatan jantung anda.

Susu api rendah lemak

Susu sapi rendah lemak (low-fat) ini tentu memiliki kandungan lemak yang rendah dibandingkan jenis susu sapi yang lain dengan rasa yang tak begitu manis dan kental. Hal ini membuatnya aman dikonsumsi oleh penderita jantung. Namun ada segi negatifnya akibat dikuranginya lemak pada jenis susu ini, yang akan memengaruhi nilai nutrisi dalam susu.

Jadi, lebih bijak dan cerdaslah dalam memilih susu yang akan dikonsumsi saat ini, terutama anda yang memiliki masalah pada jantung.

Penyebab Serangan Jantung Seperti pada Irena Justine

Masih hangat di perbincangan mengenai kepergian salah seorang selebriti tanah air akibat serangan jantung, Irena Justine (22). Mengingat akan penyebab meninggalnya sang aktris ini, membuat sebagian orang bertanya-tanya mengapa orang yang masih muda usia 20-an seperti Irena ini bisa mengalami serangan jantung yang membuat nyawanya melayang ? Dan sempat pula diberitakan jika ia ini malah termasuk orang yang memperhatikan kesehatan tubuhnya. Lalu, apa sebenarnya penyebab serangan jantung seperti pada Irena Justine ini ?

4 Penyebab Serangan Jantung pada Usia Muda

penyebab serangan jantung seperti pada irena justine

Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Menurut survei, sekitar kurang 3% anak-anak di Amerika mempunyai tekanan darah tinggi. Kondisi tersebut dikatakan sulit untuk terdeteksi mengingat tak munculnya gejala. Selain itu, anak dari keluarga yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi, sebaiknya untuk melakukan pemeriksaan rutin guna mencegah terjadinya serangan jantung yang sama.

Obesitas

Obesitas atau berat badan berlebih juga menjadi penyebab munculnya serangan jantung saat usia muda.

Baca juga : Kandungan dan Manfaat Apel untuk Kesehatan

Riwayat keluarga

Riwayat keluarga yang mengalami serangan jantung juga bisa memicu risiko anak mengalami serangan jantung sebelum usia 50 tahun. Untuk itu, pemeriksaan penting dilakukan bagi anda dengan riwayat keluarga serangan jantung atau gangguan jantung lainnya.

Perubahan gaya hidup

Gaya hidup yang tidak sehat, seperti makan berlebihan dan merokok, bisa memberikan pengaruh buruk pada tekanan darah, sehingga memicu serangan jantung.

Gaya hidup yang sehat dan memerhatikan riwayat kesehatan keluarga sangat penting dilakukan untuk menghindari terjadinya serangan jantung pada usia muda. Anda juga perlu mendapatkan obat jantung yang tepat ketika anak atau anda sendiri mengalami gangguan pada jantung.

Tanda Awal Anda Memiliki Penyakit Jantung

Penyakit jantung menjadi penyakit yang paling mematikan nomor 1 di dunia. Menurut WHO, pada tahun 2008 saja, sudah ada sebanyak 7,25 juta orang yang meninggal akibat penyakit jantung ini. Kematian yang terjadi tersebut bisa diakibatkan karena ketidaktahuan masyarakat bagaiman ciri-ciri seseorang yang menderita penyakit jantung sehingg penanganan yang dilakukan cenderung lambat.

Untuk itulah, penting bagi anda untuk mengetahui secara jelas apa saja ciri-ciri seseorang menderita penyakit jantung, yang di antaranya :

tanda awal anda memiliki penyakit jantung

Sakit di bagian kepala

Sakit kepala dinilai menjadi salah satu ciri seseorang menderita penyakit jantung. Bahkan pada penelitian yang diterbitkan oleh American Academy of Eurology, sakit kepala bisa muncul pada penderita sakit jantung akiba terjadinya penyimpanan sirkulasi darah.

Nyeri dada

Nyeri dada bukan hanya dikaitkan dengan penyakit jantung saja, namun juga penyakit laih. Sehingga anda harus lebih hati-hati dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Nyeri dada pada penderita sakit jantung disebabkan oleh penyumbatan arteri yang dapat mengakibatkan darah tidak mengalir dengan baik.

Mudah lelah

Seseorang yang menderita penyakit jantung, biasanya akan merasakan mudah lelah setelah menjalankan aktivitas, padahal aktivitas tersebut bisa dibilang tak terlalu berat.

Baca juga : 7 Manfaat Buah Pir yang Tak Banyak Diketahui

Sesak napas

Sesak napas yang terjadi kemungkinan dari hambatan aliran darah yang dapat memicu tidak teraturnya denyut jantung.

Mual

Penderita penyakit jantung juga bisa mengalami gangguan seperti mual dan penurunan napsu makan.

Cemas

Orang yang mengalami serangan jantung biasanya akan merasa cemas dan trauma, atau sebaliknya. Sehingga anda dianjurkan untuk tidak cemas maupun trauma.

Pembengkakan

Orang yang memiliki masalah pada jantung, biasanya akan mengalami pembengkakan di beberapa daerah dalam tubuh akibat tumpukan cairan.

Keluar keringat

Keluar keringat dengan tiba-tiba tanpa melakukan kegiatan fisik apapun bisa menjadi salah satu ciri adanya gangguan pada jantung.

Untuk mengetahui secara pasti apakah anda memiliki masalah pada jantung atau tidak, sebaiknya lakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan diagnosa yang lebih tepat. Salam sehat 🙂

Sakit Dada yang Khas Barulah Tanda Jantung Koroner

sesak dada yang khas barulah tanda jantung koroner (FILEminimizer)

Ketika kita merasakan ada yang tidak beres pada bagian dada sebelah kiri, yang pertama kali terlintas di dalam benak adalah “mungkin ini penyakit jantung”. Apa benar iya ?

Pendapat seperti ini memang tidaklah salah, namun juga belum tentu benar. Karena sakit di bagian dada tak hanya terjadi pada mereka dengan gangguan jantungnya, namun juga pada penderita penyakit lain seperti penyakit pada paru atau naiknya asam lambung.

Menurut dr Alfa Ferry, SpBTKV, seorang ahli bedah dan kardiovaskular dari OMNI Hospital Alam Sutera mengungkapkan, bahwa nyeri yang timbul karena penyakit jantung memiliki kekhasan sendiri yang dapat kita kenali dengan jelas.

“Pada bagian sebelah kiri dada muncul rasa nyeri saat melakukan aktivitas. Munculnya hanya sebentar, kemudian hilang sendiri tak lama setelahnya”, ungkapnya.

Beliau juga mengungkapkan, jika kita merasakan seperti tertusuk saat sedang beraktivitas, kemudian berhenti sebentar. 5 sampai 30 detik rasa nyeri tersebut akan hilang. Dan jika melakukan aktivitas yang sama kemudian, nyeri yang sama muncul kembali, maka itulah pertanda penyakit jantung koroner paling klasik.

Baca juga : Terong Ternyata Baik untuk Kesehatan Jantung Anda

“Kita mengenalnya dengan hukum supply dan demand. Dimana saat jantung berupaya kuat tapi supply darah kurang, maka ia akan berteriak dalam bentuk sakit dada”, ungkap dr Alfa.

Jika kondisi tersebut terjadi pada kita atau salah satu anggota keluarga, barulah kita ketahui jika hal tersebut adalah pertanda jantung koroner, ditambah dengan pemeriksaan lebih lanjut. Jadi, jangan lebih dulu menyimpulkan sebelum kita tahu lebih detail apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh.